Cara Lain Salesman Sukses Mengatasi Rasa Takut

Kita tahu pandangan umum yang negatif tentang salesman. Hal ini ternyata bisa mempengaruhi pandangan salesman tentang diri dan profesinya sendiri, yang ujung-ujungnya menimbulkan rasa takut. Atasi rasa takut dengan tips berikut.

Cara Lain Mengatasi Rasa Takut

Menjual bukanlah kegiatan yang gampang, terutama bagi pemula. Bahkan sebelum melakukan proses menjual mereka biasanya mengalami beragam sindrom atau rasa takut. Takut karena tidak tahu harus berbuat apa. Takut kalau-kalau diremehkan. Takut dagangannya ditolak dan tidak laku.

Mengatasi rasa takut adalah ilmu pertama yang harus dimiliki oleh para salesman sebelum melakukan yang lain. Salesman ini bukan hanya berarti penjual barang, tapi juga bisa menjual diri sendiri. Contohlah artis kondang seperti awkarin atau Karin Novilda, yang berhasil mengatasi rasa takutnya dengan kemampuannya menjual potensi diri melalui Instagram. Kemampuan ini diperlukan oleh entrepreneur, artis, maupun profesional seperti Anda.

Berikut beberapa rasa takut dan tips cara mengatasinya.

Takut diacuhkan karena anda seorang salesman. Salesman seringkali dianggap sebagai pengganggu sehingga calon pelanggan atau prospek mengacuhkan kehadiran anda. Terimalah pandangan ini dan ketahui mengapa orang menolak kehadiran salesman. Banyak salesman diacuhkan karena kurang mengenal prospek. Pilih secara cermat pihak-pihak yang akan anda bidik sebagai prospek. Persiapkan pertemuan dengan baik. Rencanakan waktu yang tepat bagi kedua belah pihak. Pastikan prospek dalam keadaan siap menerima anda. Saat bertemu, jangan terburu-buru menawarkan produk dan mendesak prospek. Biarkan suasana mengalir relaks. Beri waktu bagi prospek untuk berbicara lebih banyak daripada anda.

Takut diremehkan. Kunci untuk mengatasi perasaan takut diremehkan oleh prospek adalah dengan meningkatkan rasa percaya diri. Ada tiga hal yang perlu anda kembangkan. Pertama, perbaiki penampilan anda. Kenakan busana yang rapi, nyaman, bila perlu sama seperti prospek. Kedua, tunjukkan bahasa tubuh yang baik. Pelajari bagaimana cara berjabat tangan, tersenyum, bertatap muka dan lain-lain. Ketiga, miliki pandangan positif bahwa kehadiran anda bukan sekedar untuk menawarkan produk melainkan membantu memecahkan masalah prospek.

Takut tidak tahu harus melakukan apa. Apakah anda merasa seperti tentara maju perang tanpa membawa senjata? Ini pertanda anda harus melakukan persiapan yang matang. Ikuti pelatihan tentang teknik penjualan, pemahaman produk, serta bagaimana menguasai demo produk. Berlatih, berlatih dan berlatihlah sampai anda benar-benar menguasai produk atau jasa yang akan anda tawarkan.

Takut penjualan anda tak berhasil atau ditolak. Sadari bahwa tidak ada salesman yang tidak pernah ditolak. Yang membedakan salesman sukses dan pemula adalah mereka ingin tahu apa yang menyebabkan prospek menolak penawarannya. Apakah prospek menolak produknya, dirinya, atau cara menyampaikan penawaran. Dengan demikian mereka bisa memperbaiki kekurangan dan lebih siap dalam menghadapi prospek lebih lanjut. Sedangkan pemula biasanya menganggap penolakan sebagai akhir dari karirnya.

Takut dianggap suka memaksa. Salah satu hal yang menyebalkan dari banyak salesman adalah mereka suka memaksa, bahkan terkesan hanya demi mengejar order. Untuk mengatasi hal ini, bersikaplah sabar. Jangan terburu-buru. Tunjukkan perhatian anda pada prospek. Biarkan prospek berbicara lebih banyak sembari anda mencari tahu apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Biarkan semuanya mengalir hingga prospek merasa bisa mempercayai anda. Kembangkan percakapan yang menyenangkan. Sediakan waktu anda sepenuhnya untuk prospek. Pada saatnya, tawarkan produk anda.

Takut tidak bisa menjawab pertanyaan prospek. Meski anda sudah melakukan persiapan sebaik mungkin, tetap saja prospek mengajukan pertanyaan atau keberatan-keberatan. Belajarlah dari pengalaman-pengalaman senior anda. Ketahui apa-apa yang biasanya menjadi pertanyaan, keberatan dan penolakan. Jika ada pertanyaan atau keberatan yang tidak sesuai dengan kenyataan, jangan berdebat atau membantah. Gali terus pertanyaan prospek sampai anda benar-benar paham dan bisa menangkapnya secara sederhana. Jika anda tidak bisa menjawab pertanyaan sulit, tawarkan apakah prospek ingin jawaban segera. Jika ya, segera hubungi kantor dan minta keputusan.

Takut dianggap pembohong. Apakah anda memang pernah berbohong? Jika tidak, semestinya anda tidak perlu terlalu khawatir dengan anggapan ini. Namun demikian, anda tetap harus bisa mengatasi hal ini. Caranya, buat daftar para klien atau pelanggan yang puas atas pelayanan anda. Minta referensi dari pelanggan-pelanggan anda terdahulu. Tunjukkan pujian atau ucapan terima kasih tersebut pada prospek secara halus. Hindari kesan menyombongkan diri. Tujuan anda adalah membangun rasa percaya di antara anda dan prospek. Bukan untuk memamerkan kehebatan anda.

Takut tak bisa memenuhi janji. Ketakutan ini biasanya muncul karena anda bersikap berlebih-lebihan dalam menawarkan keunggulan produk dan layanan anda pada prospek. Dengan kata lain, anda membual. Ingat, ini bukan zaman tukang obat berjualan di pasar malam. Anda harus tahu dengan sebenar-benarnya tentang keunggulan dan kualitas produk serta jaminan layanan penjualan. Jangan karena ingin mendapatkan order, anda menjanjikan sesuatu yang akan anda langgar di kemudian hari. Bersikaplah secara profesional. Berjalanlah di atas prosedur. Tetaplah teguh memegang komitmen.

Yakinkan diri anda bukanlah seorang salesman yang menganggu waktu prospek. Anda adalah seorang yang mempunyai solusi untuk masalah yang dihadapi prospek. Anda dan prospek berdiri sama sederajat. Anda dan prospek adalah dua belah pihak yang sedang melakukan kesepakatan yang saling menguntungkan. Tidak ada alasan anda takut saat berhadapan dengan prospek. Jika anda tetap merasa takut, itu pertanda anda harus melakukan persiapan lebih baik lagi. Semoga sukses.