Bedanya Entrepreneur dari Non-Entrepreneur

entrepreneurship dan non

Sifat-sifat apa yang membedakan seorang entrepreneur dengan non-entrepreneur? Dulu diyakini, entrepreneur adalah orang yang mempunyai “need for achievement” atau keinginan untuk meraih prestasi lebih tinggi, juga seorang “risk taker” atau lebih berani mengambil resiko dibanding non-entrepreneur. Pendapat ini dipatahkan ketika penelitian menunjukkan bahwa banyak non-entrepreneur, seperti manajer, politisi, dan lain-lain yang mempunyai jabatan tinggi juga menampilkan “need for achievement” yang tinggi pula.

Kini berbagai penelitian meyakini bahwa yang membedakan seorang entrepreneur dari non-entrepreneur adalah keinginan untuk mengendalikan nasibnya sendiri. Keinginan yang kuat untuk bertindak mandiri adalah alasan utama seseorang menjadi entrepreneur.

William D. Bygrave dalam tulisannya “The Entrepreneurial Process” untuk buku ” The Portable MBA in Entrepreneurship” dalam istilah yang sederhana mencoba memaparkan 10 karakteristik entrepreneur yang sukses. Ia menyebutkan dalam istilah “The 10Ds” dengan penjelasan sebagai berikut:

Dream (impian, visi). Entrepreneur adalah orang yang memiliki impian atau visi tentang diri dan usaha mereka di masa depan. Mereka tahu apa yang diinginkan. Mereka tahu apa yang akan dicapai. Terlebih penting lagi, mereka mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impian tersebut.

Decisiveness (berani mengambil keputusan). Entrepreneur tak suka menunda-nunda. Mereka membuat keputusan sesegera mungkin. Kecepatan dalam mengambil keputusan adalah faktor kuncu keberhasilan mereka.

Doers (berani bertindak). Begitu suatu keputusan dibuat, mereka bertindak mewujudkan keputusan tersebut secepat mungkin.

Determination (tekad kuat). Entrepreneur adalah orang yang tak mudah menyerah meski dihadapkan pada rintangan yang tampaknya mustahil dipecahkan. Mereka mempunyai tekad kuat dan memberikan komitmen total pada usahanya.

Dedication (dedikasi). Dalam menjalankan usahanya, mereka memberikan dedikasi secara total, hingga tak jarang harus mengorbankan hubungannya dengan keluarga dan teman-teman. Mereka bekerja tanpa kenal lelah. Bekerja selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu bukanlah hal yang aneh bagi seorang entrepreneur dalam membangun usaha.

Devotion (cinta). Entrepreneur adalah orang yang mencintai apa yang mereka kerjakan. Kecintaan itulah yang membuatnya bertahan di masa-masa sulit. Kecintaan pada hasil karya merekalah yang membuat mereka mampu menjual produk atau jasa mereka secara efektif.

Details (detail). Entrepreneur adalah orang yang sangat detail dalam berbagai hal. Mereka mempertimbangkan aspek-aspek bisnisnya dengan penuh pertimbangan dan cermat. Mereka tidak main-main atau bertindak sembrono.

Destiny (menentukan nasib sendiri). Mereka ingin berdiri di atas kaki mereka sendiri ketimbang menggantungkan nasibnya pada majikan atau orang lain.

Dollars (Rupiah). Sesungguhnya menjadi kaya bukanlah motivasi utama seorang menjadi entrepreneur. Uang tak lebih dari sekedar ukuran keberhasilan. Mereka beranggapan keberhasilan pastilah mendapat imbalan yang setimpal.

Distribute (berbagi). Entrepreneur tidak menjalankan semuanya sendiri. Justru mereka membagikan pengelolaan bahkan kepemilikan bisnis mereka pada karyawan-karyawan yang dianggap penting bagi keberhasilan usaha.

Berapa “D” yang melekat dalam diri anda?

Entrepreneur Mindset

Entrepreneur adalah orang dengan semangat kewirausahaan, yaitu menemukan peluang, menciptakan usaha, berani mengambil resiko dan pernuh tekad untuk mewujudkan tujuannya.

entrepreneur mindset

Mengingat peran dan sepak terjangnya yang mengesankan, banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui apa-apa yang menjadi karakter seorang entrepreneur sukses. Daftar ini bisa sangat panjang dan seolah tiada habisnya ditambahkan. Berikut 6 karakter yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur sebagaimana yang dikutip dari berbagai pendapat mengenai entrepreneurship.

1. Percaya diri.

Menjadi seorang entrepreneur bukan pekerjaan ringan. Entreprenenur selalu menghadapi tantangan dan masalah. Namun entrepreneur tidak mudah menyerah. Mereka selalu bersikap penuh percaya diri dan berusaha sekuat tenaga serta teguh dalam mengatasi setiap masalah. Kepercayaan diri tidak datang begitu saja. Ia berasal dari kepribadian yang matang, terlatih serta sehat.

2. Fokus pada tujuan/hasil.

Entrepreneur selalu fokus pada tujuan-tujuannya. Ia berorientasi pada pencapaian hasil. Haus akan prestasi. Entrepreneur mempunyai jiwa yang teguh, penuh tekad dan tekun dalam bekerja keras, selalu memiliki energi tinggi dan motivasi dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Ada kalanya bisnis tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan, namun kegagalan tidak melemahkan jiwa seorang entrepreneur. Ulet, tabah dan gigih adalah kunci seorang entrepreneur untuk bangkit dan terus mengejar impiannya.

3. Berani mengambil resiko.

Dunia wirausaha penuh dengan resiko dan ketidakpastian. Tidak ada yang bisa menjamin seorang entrepreneur akan memperoleh penghasilan tetap setiap bulannya. Malah selalu ada resiko kegagalan yang membayangi usaha. Seorang entrepreneur berani mengambil resiko karena tahu di balik tantangan dan kesulitan selalu terdapat keberhasilan dan kemuliaan. Namun entrepreneur bukanlah seorang penjudi. Keberanian mengambil resiko harus dibarengi dengan perhitungan yang cermat serta pertimbangan yang masak.

4. Berjiwa pemimpin.

Inilah tugas utama seorang entrepreneur: memimpin. Meski sebuah usaha mungkin dimulai dan dikerjakan sendiri, namun tujuan-tujuan tidak bisa dicapai sendirian. Entrepreneur tahu bahwa tujuan hanya dapat dicapai dengan bekerja sama dengan orang-orang lain, seperti bawahan, rekanan, pemasok dan pelanggan. Kepemimpinan adalah proses untuk mempengaruhi dan menciptakan cara agar semua orang dapat memberikan kontribusi terbaik demi tercapainya tujuan-tujuan usaha Anda.

5. Kreatif dan inovatif.

Hal yang mengagumkan dari para entrepreneur sukses adalah kreativitas mereka. Bill Gates, Steve Jobs, Richard Branson, Ir Ciputra, Bob Sadino adalah orang-orang yang tak pernah berhenti beraktivitas, menemukan hal-hal dan cara-cara baru yang mempengaruhi kehidupan orang banyak. Mereka bukan sekedar berpikir melainkan juga bertindak untuk membuat kreativitas dan inovasinya menjadi ada.

6. Visioner.

Sebuah usaha tidak didirikan untuk sementara waktu, tetapi untuk berkesinambungan. Entrepreneur mempunyai visi jauh ke depan. Tahu apa yang ingin diraihnya di masa depan dan selalu berusaha menuntun serta mengembangkan perusahaannya berjalan berdasarkan cita-cita. Karena masa depan adalah tujuannya, entrepreneur sejati menolak melakukan praktek-praktek bisnis kotor yang akan menjerumuskan perusahaannya ke dalam kehancuran. Sebaliknya, ia selalu menyusun langkah-langkah dan strategi agar perusahaannya dapat hidup selamanya.

Daftar karakteristik entrepreneur sukses ini dapat ditulis lebih panjang, mengingat begitu banyaknya kualitas yang dibutuhkan. Penelitian masih terus dilakukan untuk mengetahui dan menularkan apa-apa yang perlu dimiliki agar seorang entrepreneur mempunyai karakter sukses. Jika Anda mempunyai opini menarik, mengapa tidak membagikannya di sini?

7 Hal Entrepreneurship Yang Dapat Dipelajari dari Steve Jobs

7 entrepreneurship steve jobs

Tak habis-habisnya orang membicarakan Steve Jobs. Suka atau tidak, Steve Jobs adalah seorang entrepreneur besar di bidang teknologi. Apple dan Pixar adalah dua perusahaan yang pernah didirikan dan disentuhnya menjadi perusahaan besar yang bernilai tinggi dan memberikan keuntungan yang luar biasa mengagumkan.

Steve Jobs pun adalah seorang inovator yang menggagas berbagai perangkat dan paten-paten menarik. Produk-produk yang dihasilkan bersama perusahaan Apple, seperti iPod, iPhone, iPad, iTunes telah banyak mengubah cara orang berinteraksi, meningkatkan produktivitas dan menikmati kehidupan. Bahkan toko retail Apple Store yang didirikannya ditiru banyak perusahaan lain.

Ada banyak tulisan tentang Steve Jobs berikut kutipan-kutipan terkenalnya yang menggambarkan bagaimana ia bisa melakukan semua keberhasilan itu. Ruang di sini tak cukup untuk membahas seluruh pemikirannya. Namun 7 pelajaran entrepreneurship terpilih dari Steve Jobs berikut mudah-mudah dapat mencerminkan dan menginspirasi kita.

Fokus, fokus, fokus. “That’s been one of my mantras: focus and simplicity”, inilah sihir Steve Jobs yang paling ampuh. Kehebatan fokus tergambar dari kondisi perusahaan Apple yang bernilai lebih dari 30 milyar USD, namun hanya memiliki tak lebih dari 30 jenis item produk saja. Bandingkan dengan perusahaan lain yang berlomba-lomba membuat produk sebanyak-banyaknya demi memenangkan pasar. Fokus membuat Apple benar-benar bisa memusatkan perhatian hanya pada produk terbaik. Bukan hanya terbaik, melainkan terhebat.

Sederhana dan lebih sederhana lagi. Simplicity atau kesederhanaan adalah mantra sakti kedua dari Steve Jobs. Filosofi ini tercetak pada brosur pemasaran Apple pertama kali, “Simplicity is the ultimate sophistication”. Banyak orang menganggap sesuatu yang kompleks dan penuh variasi lebih baik dibanding kesederhanaan. Pada kenyataannya, untuk menemukan kesederhanaan dibutuhkan upaya keras dan sangat terfokus. Perhatikan desain produk-produk Apple yang sederhana. Ia tampak klasik dan tak mudah lekang dimakan waktu. Bandingkan dengan produk-produk lain yang menampilkan desain rumit dan tampak canggih itu, ia segera tampak membosankan dan perlu diganti dengan yang baru.

Katakan, tidak. Diperlukan keteguhan hati yang sangat keras dalam mempertahankan prinsip “focus and simplicity”. Sebagai petinggi perusahaan, kita dapat membayangkan Steve Jobs selalu kebanjiran ide, usul dan proposal, baik tentang produk, sistem maupun layanan. Namun hanya dengan sedikit produk utama yang dihasilkan Apple, tentu kita juga dapat membayangkan betapa Steve Jobs adalah tukang jagal berdarah dingin yang tega mengatakan “tidak” pada semua itu dan tetap fokus pada apa yang diyakininya sebagai yang terbaik. Namun demikian, Steve Jobs tetap mengakui bahwa itu bukan untuk meremeh ide-ide tersebut, sebagaimana kutipan kalimatnya berikut, “I’m as proud of what we don’t do as I am of what we do.”

Tuntut yang terbaik. Dalam berbagai buku dan tulisan tentang biografinya, Steve Jobs dikenal sebagai seorang yang sangat.. sangat sulit. Ia sendiri mengatakan, “My job is not to be easy on people. My job is to make them better.” Menuntut yang terbaik adalah keharusan bila kita ingin menghasilkan produk-produk terbaik. Tak heran jika Apple dikenal sebagai perusahaan gudang profesional kelas A+. Banyak mantan pekerja Apple yang ternyata sukses dengan perusahaannya sendiri. Seperti, Reid Hoffman, pembesut LinkedIn, situs jejaring sosial kaum profesional. Bahkan Andy Rubin, penggagas Android yang menjadi lawan tangguh IOS milik Apple adalah mantan engineer Apple.

Gigih sejak awal sampai akhir. “I’m conviced that about half of what separates the successful entrepreneurs from the non-successful ones is pure perseverance,” jelas Steve Jobs. Yang membedakan seseorang yang sukses dan yang tak sukses adalah kegigihannya dalam memperjuangkan ide dan keyakinannya.

Dahulukan produk, kemudian profit. “My passion has been to build an enduring company where people were motivated to make great products. Everything else was secondary,” adalah pernyataan penuh keberanian Steve Jobs sebagai seorang entrepreneur yang meyakini bahwa semestinya keuntungan perusahaan datang dari produk-produk hebat. Dalam bukunya “Inside Apple”, Adam Lashinsky menulis “Apple tidak pernah berbicara tentang Apple. Apple berbicara tentang produk Apple.”

Ciptakan pasar anda sendiri. Jauh sebelum teori Blue Ocean dirumuskan, Steve Jobs telah meyakini perlunya bermain di lautan sendiri. Idiom terkenal dari Steve Jobs tentang hal ini terdengar agak arogan, “The consumer doesn’t know what he or she wants until we make it”, namun itulah yang membuat produk-produk Apple berbeda dan digemari banyak orang.

Adakah yang bisa anda petik sebagai inspirasi untuk menjalankan usaha anda hari ini?

Kunci Keberhasilan Sebuah Bisnis

Acapkali kita terkagum-kagum pada sebuah perusahaan yang tumbuh pesat dan berkembang besar, padahal pada awalnya ia hanyalah usaha kecil saja. Apa yang menyebabkan ada suatu usaha yang baru didirikan bisa berkembang lebih baik dibanding usaha lain? Tentu ada “rahasia” atau resep keberhasilan mereka.

kunci keberhasilan bisnis

Di sekitar tahun 1985, Rosabeth Kanter, seorang peneliti kewirausahaan, dalam bukunya “Change Masters: Innovation and Entrepreneurship in the American Corporation”, menulis formula 4F yang diyakini sebagai resep keberhasilan sebuah usaha baru. Formula itu dikembangkan oleh William D. Bygrave, dalam artikel “The Entrepreneurial Process”, yang dimuat di “The Portable MBA in Entrepreneurship” menjadi 9F sebagai berikut:

Founders (entrepreneur). Seorang entrepreneur adalah faktor terutama dan terpenting bagi perkembangan usaha. Di balik setiap perusahaan yang berhasil selalu ada seorang entrepreneur yang hebat. Mereka mempunyai sifat-sifat luar biasa, salah satunya mempunyai visi dan tekad yang kuat.

Focused (fokus). Faktor kunci berikut yang menentukan keberhasilan sebuah usaha adalah pasar. Perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang memfokuskan diri pada ceruk pasar yang spesifik, jelas dan terspesialisasi.

Fast (gesit). Perusahaan yang sukses mampu membuat keputusan secara cepat, dan bertindak untuk mewujudkan keputusan itu dengan gesit.

Flexible (fleksibel). Mereka selalu membuka pikiran terhadap berbagai ide baru serta mampu menanggapi perubahan. Sifat fleksibel ini lahir dari kemampuan untuk bertindak secara gesit. Bandingkan dengan perusahaan besar yang seringkali lambat dalam menghadapi perubahan, perusahaan kecil justru lebih luwes dalam berubah.

Forever-innovating (selalu berinovasi). Mereka tak kenal lelah melakukan inovasi. Mereka selalu berusaha menggali kreativitas, menemukan cara berpikir, metode, produk dan layanan-layanan baru, terutama demi memuaskan pelanggan. Tahukah anda bahwa justru perusahaan-perusahaan kecil-lah yang menemukan banyak inovasi yang kemudian dibeli dan dikembangkan oleh perusahaan besar.

Flat (sederhana). Entrepreneur yang sukses membangun organisasi perusahaannya dengan sederhana. Mereka tidak merepotkan perusahaan dengan birokrasi dan prosedur yang berbelit-belit. Team manajemen mereka flat. Karyawan dapat menghubungi pimpinan perusahaan secara mudah. Dengan demikian tukar menukar ide dapat mengalir lebih deras.

Frugal (hemat). Perusahaan besar yang sekarang tampak bergelimang arus kas selalu dimulai dari perusahaan kecil yang hidup dengan hemat dan cermat. Perusahaan yang sukses pandai menjaga agar biaya operasi mereka tetap rendah, tanpa menurunkan produktivitas mereka.

Friendly (bersahabat). Perusahaan yang sukses tidak bisa berjalan sendiri. Keberhasilan mereka pasti didukung oleh pelanggan, pemasok dan karyawan. Untuk mendapatkan dukungan yang baik tersebut, pastilah mereka mempunyai sifat yang bersahabat, pandai bergaul dan suka berteman. Perusahaan yang angkuh hanya akan melahirkan musuh-musuh bagi diri mereka sendiri.

Fun (menyenangkan). Entrepreneur adalah orang yang mencintai apa yang mereka kerjaka. Mereka pun menjalankan usahanya dengan penuh kecintaan dan rasa senang. Hal ini pulalah yang menjadi resep keberhasilan suatu perusahaan; yaitu dijalankan dengan penuh kegembiraan.

Kini bersiapkah anda membuka usaha dan menjadi sukses?